YANG PERGI TIDAK SELALU BERJALAN

Karya: Indah Sulistyowati


Ada yang pergi
tanpa suara.
Tak ada pintu yang dibanting.
Tak ada langkah yang menjauh.
Hanya waktu—
yang diam-diam merampas kita dari hari kemarin.
Dulu, aku ingin cepat dewasa.
Kini aku ingin kembali menjadi anak kecil,
ketika suara ibu adalah rumah,
dan tawa teman adalah dunia.
Ironis...
Kita berlari mengejar hari esok,
tanpa sadar hari ini
sedang berpamitan.
Lalu ketika semuanya berubah,
kita menoleh ke belakang
dan berharap waktu berbelas kasih.
Tapi waktu tak pernah menoleh.
Kini aku tahu—
yang pergi tidak selalu berjalan.
Kadang yang pergi adalah usia.
Kesempatan.
Kebersamaan.
Maka sebelum hari ini menjadi kenangan,
aku ingin benar-benar hidup di dalamnya.
Karena yang paling menyakitkan
bukan kehilangan...
tetapi terlambat menyadari
bahwa kita pernah memiliki.


Kebumen,19 September 2026