Pulang yang Tak Pernah Terjadi
Karya: Hirnika SariEntah sampai kapan aku harus menunggumu,
karena memang kau tak akan pernah pulang.
Sakit, tetapi mungkin memang begitulah jalannya.
Ikhlas yang selalu terucap di bibir
tak mampu menyembuhkan luka di hati.
Kata-kata itu mudah diucapkan,
namun begitu sulit untuk benar-benar dirasakan.
Seorang gadis kecil
yang hanya mampu berharap,
tanpa tahu kapan harapan itu akan pudar.
Iri memenuhi hatinya
ketika melihat gadis lain
berada di pangkuan dan dicium ayahnya.
Dunia rasanya begitu tidak adil
bagi seorang gadis kecil
yang hanya ingin merasakan
hangatnya kasih seorang ayah.
Ia tumbuh dengan mencari
peran seorang ayah dalam diri pasangannya,
berharap menemukan sosok
yang mampu memberikan rasa aman
yang dahulu tak sempat ia rasakan.
Namun entah kapan
keberuntungan akan berpihak kepadanya.
Sebab hingga hari ini,
ia masih belajar menerima
bahwa ada seseorang yang sangat ia rindukan,
tetapi tak akan pernah
kembali melalui pintu rumah.
Ayah,
jika pulang memang tak lagi mungkin,
biarkan aku belajar merelakanmu
meski sebagian kecil dari diriku
akan selalu menunggumu.
Bogor, 9 September 2026