DI AMBANG PINTU RUMAH

Karya: HANYATUL FAJRIAH


Aku berdiri menatap pintu kayu yang lapuk dimakan waktu
membawa lelah, cerita, dan rindu yang kutitipkan pada angin
Banyumas menyambutku dengan hujan tipis dan wangi tanah basah
senja jatuh perlahan di atas genteng tua yang mulai rapuh

Ibu masih menyalakan lampu kecil di dapur
doanya tak pernah padam meski aku lama tak pulang
sawah di belakang rumah melambai pelan
jalan setapak masih mengingat jejak kakiku yang dulu

Aku pulang bukan sekadar kembali melangkah
aku pulang untuk menemukan diriku yang sempat hilang
di antara mimpi yang terlalu jauh dan harapan yang terlalu tinggi
aku lupa bahwa rumah adalah tempat paling jujur

Kini aku belajar bahwa pulang bukan soal jarak
melainkan tentang hati yang akhirnya tahu ke mana harus menetap
bukan tentang seberapa jauh aku pergi
tapi tentang di mana aku selalu diterima utuh


Banyumas, 30 September 2026