Lengang
Karya: Halimatun sakdiahLengang
Kau pergi tanpa pamit,
membawa pulang seluruh hangat
yang dulu kupinjam.
Kini yang tertinggal hanya sunyi,
menemani nama
yang tak lagi sanggup kujawab.
Langit tetap sama.
Hanya dadaku yang runtuh perlahan
seperti rumah yang kehilangan penghuninya,
lengang di setiap sudut.
Aku masih menuang teh untuk dua,
padahal kursi di seberang
telah lama kosong.
Aku masih berbisik lirih,
padahal tahu pelukan itu
tak akan pernah kembali.
Pergilah.
Jika di sana kau lebih tenang.
Biar aku di sini,
belajar mencintaimu
dalam jarak yang abadi.
Langsa, 08 september 2026