kemana kah aku harus pulang

Karya: Glory elsetia Silaban




Rumah masih ada
Lampu teras masih menyala
Tapi pintunya bukan lagi untukku
Gagang pintunya dingin
seperti tangan yang dulu menggenggamku

Aku bertanya pada jalan
Jalan diam
Ia hanya menunjuk arah
yang pernah kita lewati berdua

Aku bertanya pada hujan
Hujan menjawab
dengan membasahi pundakku
sampai aku lupa
mana air mata
mana air langit

Kemana kah aku pulang
jika nama yang biasa memanggil
sudah berganti pemilik
jika kursi yang biasa menghangat
sudah diisi orang lain

Mungkin pulang
bukan tentang tempat
Mungkin pulang
adalah tentang belajar
tinggal di dalam diri sendiri
walau di dalamnya masih ada kamu

Jadi malam ini
aku pulang ke dada
memeluk luka
menyeduh teh
untuk satu orang saja




Medan 11 September 2026