Rindu Berlabuh di Beranda Usang
Karya: Edvin Santri PertiwiJauh melangkah, kaki berkelana,
Menelusuri angan di hutan kota.
Gelora harapan, kadang merobek
jiwa, Namun hati tetap tak terpejam.
Jalan pulang, kompas jiwa,
Menunjukkan lampu panduan di
tepi cakrawala.
Setiap sudut, ukiran kisah, senyum
dan duka, pahit dan manis.
Namun pelukan hangat saat senja tiba,
Adalah penawar segala kesedihan.
Di sana, terdapat ibu dengan senyumnya,
Ayah menanti di ambang pintu.
Melepas letih, mengusir gundah,
Kembali ke akar, tempat rindu bersandar.
Aroma tanah setelah hujan,
Nyanyian jangkrik di dalam sepi.
Bukan hanya sekedar dinding dan atap,
Melainkan jiwa yang tak pernah pudar.
Pulang, bukan sekedar fisik kembali,
Namun hati yang menemukan ketenangan.
Di setiap tarikan napas, ada janji untuk kembali,
Ke rumah yang abad.
Lubuklinggau, 17 September 2026