Bukan Kota, tapi Pesisir Itu
Karya: Dudung WahyudinDi bawah kungkungan langit kota yang berjelaga,
aku melangkah bagai mesin yang dipaksa bergerak.
Terjepit tuntutan masa depan dan beban keluarga,
membuat pundak mudaku yang rapuh kian menyerak.
Lini masa menuntutku lekas sukses dan dewasa,
aku ingin pulang menyeberang kepungan ekspektasi ini.
Menuju sebuah tempat di mana hidup berjalan apa adanya,
saat deburan ombak membasuh letih yang terlanjur sunyi.
Mengejar rupiah demi senyum yang harus kujaga,
menahan lelah yang kerap kali menyiksa batin.
Di tengah riuh dunia yang menuntut tanpa jeda,
aku kehilangan diriku yang dahulu bermain.
Biarlah validasi dunia tertinggal di seberang dermaga,
di atas tanah pesisir kuletakkan penat yang mengkristal.
Sebab pelukan rumah dan ketukan damai yang berharga,
adalah lebih baik berada di pulau tempatku berasal.
Sumedang, 30 September 2026