Jarak yang Tumbuh
Karya: Devista Adiya AnishiaRumah tua itu makin lama makin jauh di belakang,
Menyisakan jejak langkah yang perlahan menjadi hilang,
Kehangatan yang dulu biasa dipeluk saban siang,
Kini berganti sunyi yang mendadak terasa membentang.
Suara tawa di sudut ruangan perlahan surut dan membisu,
Meninggalkan dingin yang mengendap di balik dinding batu,
Ada rasa kehilangan yang menumpuk satu per satu,
Menjadi beban tersendiri di dalam dada yang gagu.
Pergi ternyata bukan sekadar urusan berpindah tempat,
Tetapi tentang melepas hal-hal yang pernah menggenggam erat,
Menatap masa depan yang terasa makin rapat,
Sambil membiarkan luka kecil perlahan menggelembung berat.
Langkah terus berjalan menembus kabut tipis di jalanan,
Membiarkan semua kenangan terkunci rapi di dalam ingatan,
Sebab kepergian ini tidak lagi memberi ruang pilihan,
Hanya menyisa jalan lurus yang harus terus dilanjutkan.
Gunungkidul, 11 September 2026