Meretas Kelam, Menemui Asal

Karya: Citra Ariana Novieza


Di remang batas senja yang kian melarut,
langkah letih meniti jejak yang tersangkut.
Menyusuri lorong sunyi sang pengembara,
membakar sisa ragu di tengah belantara.

Rindu berbisik halus bagai kidung malam,
memanggil jiwa yang meraba dalam kelam.
Di naungan atap tua yang menyimpan kenangan,
setiap dahaga menemukan muara ketenangan.

Bukan tentang seberapa jauh kaki melangkah,
melainkan hati yang tak lagi berdarah.
Usai riuh dunia memburu yang tak kekal,
jiwa ini menyadari di mana ia bermula.

Pulang adalah memeluk kembali jati diri,
menabur damai di atas luka yang perih.
Di pangkuan kasih, duka meluruh perlahan,
menemukan arti abadi sebuah perhentian.


Jambi, 10 September 2026