Pamit pada Senja

Karya: Cherly Anatasya P.


Langkahmu kini menyusur lorong waktu,
meninggalkan jejak yang perlahan pudar.
Ada senja yang berbisik pamit,
di antara bayang-bayang yang kian memanjang.

​Setiap langkah adalah jarak,
setiap detik adalah jeda yang dipaksa.
Kamu berjalan bukan karena benci,
melainkan mencari ruang untuk bernapas kembali.
Kisah tua itu dibiarkan terlipat rapi,
tersimpan di sudut ingatan yang makin sunyi.

​Pergi memang tak pernah mudah,
ada kepingan hati yang tertinggal di pintu tua.
Namun jalan di depan terus memanggil,
menjanjikan pagi yang baru,
dan langit yang lebih lapang untuk dipeluk.


Banjarbaru, 13 April 2025