Tempat Pulang yang sebenarya
Karya: Aufa Jafar SoddingAku berjalan jauh mencari arah,
ternyata pulang hanya sunyi semenjak kau pergi.
Langkahku lelah,
tak ada yang memanggil namaku,
tak sehangat dulu.
Padang yang gersang menatap kepergianku,
langit jingga menelan semua janji,
dan laut di mataku bergelora keras,
sebab wangi itu, pelukan itu, rumah itu... kini tak kutahu ke mana
Maka, biarlah aku menjadi rumah itu sendiri,
menyalakan cahaya dari sisa-sisa lukaku.
Sebab meski kau telah jauh pergi, namun aku tetap selalu berharap bahwa kau akan pulang untuk menemaniku di rumah ini, walau sebenarnya tempatku pulang adalah pelukanmu yang selalu menghangatkanku.
Walau kesepian yang kini kurasakan akan tetap menjadi luka yang kupendam, maka
kupeluk semua sepi ini erat-erat,
biarlah rindu menjadi rumah terakhirku.
Sebab jika pulang tak lagi berarti kembali,
biarlah aku pulang dalam doa untukmu.
Makassar, 30 September 2026