Di Mana yang Katanya Rumah?

Karya: Anisa Rania Putri


Di balik ambang pintu,
‎tersulam ribuan serat
‎yang tak lagi peduli pada waktu,
‎yang kian erat menjerat.
‎
‎Di mana yang katanya rumah?
‎Tempat menitipkan letih,
‎menorehkan segala resah
‎yang kian lelah tertatih.
‎
‎Namun, ribuan senandika
‎memilih untuk membisu dalam sunyi,
‎terkunci di lorong hampa,
‎tanpa pernah melantunkan bunyi.
‎
‎Di balik rupa yang elok,
‎kulukiskan rona semu di wajah,
‎yang tampak meyakinkan,
‎namun menyimpan beribu resah.
‎
‎Aku—
‎bagai ruang
‎bagi mereka yang ingin pulang,
‎tanpa pernah merasa risau.
‎
‎Namun, manakah tempat itu untukku,
‎yang menjelma di balik gelita,
‎tanpa sanggup kupandang,
‎tanpa pernah kurasakan?
‎
‎Masih kudambakan rumah itu.
‎Adakah masanya
‎bagiku untuk merasakan
‎hangatnya pulang?
‎


Bojonegoro, 29 September 2026