MERDEKA TELAH PERGI
Karya: ANDREAS SISUKMERDEKA TELAH PERGI
Aku penulis jalanan di sudut negeri,
di pilar batas telinga merdeka tapi badan tak sampai.
Kebijakan fiksi, suara tanpa laksana.
Aku murid polos terbungkam, siapakah aku? Hanya semilir tapal batas.
Merdeka telah pergi dari bangku kami, tidak tinggal di papan tulis,
tapi namanya dipaksa hafal setiap pagi.
Di sekolah belajar sampai sore, waktu padat, napas sesak,
merdeka hanya upacara tanpa makna.
Di rumah Ibu paksa rangking, Ayah paksa les, tak boleh bermain.
Aku ingin kuat seperti akasia savana berangin keras,
tapi dipahat paksa, bukan disiram sabar.
Aku ingin jadi emas menyala dalam tungku sunyi itu,
tapi dibentuk dengan cemas, bukan cinta, bukan doa.
Sudut negeri sekolah kami beda, Jakarta megah, Kefamenanu lelah sepi.
Anak-anak hafal kata merdeka, tak pernah benar-benar merasa merdeka.
Kefamenanu, 30 September 2026