Muara yang Memeluk Pulang

Karya: Anatacya Caroline


Lama aku berkelana menembus kepungan arunika yang asing
mengejar bayang di antara riuh langkah kaki yang melintas
Namun kota ini hanya menawarkan gemerlap yang nisbi
menyisakan dahaga pada kalbu yang kian letih dan meranggas


Langkahku akhirnya kembali berbalik menuju pintu lama
tempat kehangatan senantiasa menanti tanpa syarat
Di sana swastamita menyapa dengan anindya yang tenang
memeluk jiwa yang terbiasa dihantam gelombang penderitaan


Aku bersimpuh pada pelukan yang tak pernah pudar
menyerahkan seluruh lelah yang lama tersimpan rapi
Sebab sejauh mana pun langkah kaki menjelajah
hanya pada muara ini aku menemukan kedamaian sejati


Jakarta, 30 September 2026