Tanah yang Hidup dalam Cerita
Karya: Ana FajriahPapua menuliskan namaku di tanahnya,
Sejak hari pertama aku menangis.
Sorong bukan sekadar tempat tinggal,
Ia yang membentuk caraku berjalan.
Banyak yang mengira pergi selalu tentang meninggalkan,
Menutup pintu pada apa yang telah dimiliki.
Tapi bagiku, pergi bukan tentang apa yang kutinggalkan,
Melainkan tentang tanah yang belum pernah kudekati.
Rindu bukan datang dari kenangan, sebab aku tak pernah ke sana,
Melainkan dari suara nenek yang bercerita tentang tanah kelahirannya.
Hanya cerita dan sebuah nama daerah jadi jejak yang tersisa,
Penghubung antara aku dan tanah yang hanya hidup dalam cerita.
Aku menanti waktu untuk menginjakkan kaki di tanah itu,
Menyaksikan langsung tanah yang selama ini hidup dalam kata-kata.
Bukan untuk meninggalkan tempat yang telah membesarkanku,
Hanya ingin menuntaskan cerita yang selama ini terhenti di tengah jalan.
Sorong, 08 September 2026