Rumah di Ujung Langkah
Karya: Aisyah ZafirahLangkahku terasa berat,
menyusuri jalan yang panjang dan pekat.
Kota bising menelan sunyi,
wajah-wajah asing berlalu pergi.
Mimpi menggantung setinggi langit,
namun beban membuat langkahku sulit.
Di ujung jalan yang temaram,
sebuah rumah menunggu dalam diam.
Lampunya kecil, tetapi bercahaya,
seperti harapan yang tak pernah sirna.
Kuketuk pintu kayu perlahan,
aroma kopi datang menyambut kelelahan.
Hidangan hangat terhidang sederhana,
namun terasa seperti surga.
Tak ada tuntutan, tak ada kepura-puraan,
hanya pelukan penuh kehangatan.
Di sofa tua, beban kulepaskan,
segala luka perlahan kulupakan.
Dalam dekapan kasih yang tulus,
hatiku yang retak kembali terurus.
Jiwaku menemukan arah,
setelah lama tersesat dan lelah.
Pulang bukan sekadar tempat kembali,
pulang adalah rumah bagi hati.
Tempat jiwa berhenti berlari,
dan akhirnya berkata, “Aku aman di sini, selamanya.”
Di rumah ini, hatiku kembali bernyanyi dengan tenang.
Makassar, 30 September 2026