Sepatah pamit di dermaga

Karya: Aida evangelica girlcecilia tarigan


Malam merayap membawa dingin yang asing. Di ruang sunyi yang hanya bertemankan cahaya rembulan, aku kembali menorehkan tinta di atas lembaran kertas usang itu. Membiarkan renjana ini tumpah menjelma menjadi larik-larik kenangan yang bersemayam

Kala itu, deruan ombak mulai melangkah mundur, meregangkan pelukannya dari dermaga, seirama dengan atmamu yang perlahan beranjak jauh dari jangkauan raga ini. Dermaga sore itu menjadi saksi bisu betapa renjana ini remuk seketika, kala atmamu memilih pergi dan menepi dari diri ini.

Alam seakan turut merasakan kesedihan ini, satu per satu tetesnya mulai menyapa kebisuan dermaga. Sore itu berakhir dengan sepatah kata pamit yang asing, menyisakan bayang-bayang senja yang kian memanjang, membiarkan sepi merengkuh diri ini bersama lara yang entah sampai kapan akan setia menemani.


Medan, 22 September 2026