Angin jangan bawa aku pulang

Karya: Ahnaf Hannan Muttaqin


Angin, jangan bawa aku pulang.
‎Hembusanmu menyusup ke relung sanubariku.
‎Tidakkah kau sadari, semilirmu bagai kenangan yang menghantuiku?
‎Tidak,
‎aku tidak boleh kembali, uangku tak cukup menghidupi bayi.
‎
‎Angin, jangan engkau bawa aku pulang.
‎Lambung kapal ini bahkan belum cukup mengenalku.
‎Angin, tolong aku,
‎secarik tagihan utang terus berkelana,
‎menghantui jiwa.
‎Oh Tuhan,
‎kapal ini kembali berlayar,
‎bagai mengejar niskala.
‎
‎Angin, jangan engkau bawa aku pulang.
‎Kau hanya datang membawa renjana,
‎dan engkau pulang meninggalkan duka.
‎Cukup,
‎aku harus kembali bekerja.
‎
‎Angin, jangan bawa aku pulang.
‎wahai angin, bawalah aku pergi.
‎Kuserahkan haluanku pada tiupanmu.
‎Renjana itu biarlah kubayar dengan upah,
‎walau laut menagih jarak sebagai bunganya.
‎
‎


Makassar, 30 September 2026