Sunyi yang Riuh
Karya: Vatihani Syifaan EdryansyahDalam sunyi terdengar detak jam dinding melagu,
Putaran detiknya menemani atma yang sepi
Netraku terpaku menatap langit kamar
Riuh isi kepala memilih sejenak menepi
Hari berganti, masih dengan rasa yang sama
Kecewa masih menguasai ruang dalam kalbu
Memutar janji semu yang terus bergema
Menyapu retak hati yang sempat menggebu
Lidahku basah dengan kata "ikhlas"
Namun, mataku masih berteriak sakit
Sebab pengkhianatan yang begitu keras
Perlu waktu untuk kembali pulih dan bangkit
Pergilah dengan beribu sandiwaramu
Biarkan diri ini menata hatinya sendiri
Jangan bawa lagi senyum palsumu
Sebab hilangmu adalah obat dari luka yang kau beri.
Jakarta, 15 Agustus 2026