Satu-satunya Yang Tak Kubaca
Karya: Ummi RahmahBuku harian yang kutulis waktu itu,
Banyak yang mengucap selamat ulang tahun
Banyak juga yang memberi titipan kasih
Tapi cuma kamu yang beri kertas putih
Aku pikir tak seberapa
Namun itu satu-satunya
Aku ambil bersama senyum
Tanpa ingat akan membacanya
Bertahun-tahun bersama kata “Happy Birthday”
Tak lupa kamu dengan suratmu
Aku beri tempat khusus tanpa kubuka satu pun
Sampai aku tak lagi menyapamu
Kotak dengan isi surat usang
Tampak mencolok bersama debu
Pikiran mulai mengeja tulisannya
Tanpa tahu senyumku larut dalam kalimatnya
Netra yang perlahan menuruni hujan
Ingat bahwa awan tak selalu kuat,
Kata per kata punya duri yang mulai basah
Tidak menutupi tajamnya sang sula
Di balik tinta beralaskan hati,
Tangan yang menulis menyimpan suhu
Layaknya kertas yang mulai berubah warna,
Namun isinya tetap sama.
Pangkalan Bun, 2 Agustus 2026