Tenun Senyap
Karya: Tasya Apriliani JulehaTenun Senyap
Lihatlah aku,
Terpaku ringkih pada kayu lapuk.
Tak pernah tahu arah pulang,
sebab garis telah dipancang sejak mula
tanpa sisa ruang untuk menawar.
Lalu kau meniti rongga yang lengkara,
membawa benang biru,
menyuapi jiwa yang hampir gigil.
Biar kuikat senyap ini bersamamu,
berkali-kali.
Setiaku ini sunyi, Tuan.
Tidak ada sorak yang meriah,
hanya ketukan kayu yang mendambakan rumah.
Ia menjelma jalinan di balik gesekan.
Menolak runtuh,
meski waktu mencoba meretas tiap persimpangan.
Hingga selembar kain tercipta utuh.
Bukan karena arah melunak,
melainkan benang bersedia pasrah.
Menjadi selimut bagi malam yang lelah.
Bogor, 20 Agustus 2026