Jejak Penghianatan
Karya: SyafarJEJAK PENGKHIANATAN
Aku pernah percaya pada tatapanmu,
mengira di sana ada rumah untuk hatiku.
Kuserahkan cerita, luka, dan harapan,
tanpa pernah berpikir akan kau jadikan kenangan.
Ternyata senyum yang kau berikan
menyimpan luka yang perlahan kau tanamkan.
Kau bukan pergi karena tak mencinta,
kau pergi setelah menghancurkan kepercayaanku tanpa rasa.
Kini aku mengerti,
tak semua yang menggenggam tangan
benar-benar ingin berjalan bersama.
Ada yang datang hanya untuk mengajarkan
betapa mahalnya arti sebuah kesetiaan.
Aku tak membencimu,
hanya saja namamu kini tinggal
sebagai pelajaran paling pahit
yang pernah singgah dalam hidupku.
Dan jika suatu hari kau kembali,
maaf… pintu itu sudah tertutup.
Bukan karena aku tak peduli,
tetapi karena aku akhirnya belajar
bahwa menjaga hati sendiri
bukanlah sebuah kesalahan.
Sidrap, 7 Agustus 2026