Ruang Abadi bagi Narapati
Karya: Siti NurfadilaNetraku memandang engkau bak narapati,
tanpa mahkota menyinarkan kilau adiratna.
Kala rembulan menerpa,
menuntun keluar dari kegelapan.
Tak bisa kupungkiri rasa suka ini
mengakar jauh dalam sanubari.
Sempat ku merenung bahwa selamanya
kita kan bersama, sebab raga pun menetap padanya.
Nyatanya, ketulusanku dibalas
tikaman yang berujung air mata.
Segala asa telah pupus dilahap
kegelapan malam, janji dulu begitu
disayangi kini terpaksa disayangkan.
Tetapi aksara namanya memiliki
sebentuk ruang yang abadi
dalam benakku.
Enrekang, 14 Agustus 2026