RUMAH YANG MEMILIH PULANG
Karya: SITI HANA NUR ATIFAAku pernah menjadi rumah
bagi mereka yang datang membawa janji,
lalu pergi meninggalkan pintu
dengan engsel yang nyaris patah.
Tetap kunyalakan lampu.
Kupikir kesetiaan adalah menunggu,
meski malam berkali-kali
mengajariku arti ditinggalkan.
Teman-teman satu per satu pergi.
Yang tersisa hanya kursi-kursi kosong
dan namaku sendiri
yang terdengar asing di dalam sunyi.
Aku menangis tanpa mengetuk siapa pun.
Bukan karena tak ingin diselamatkan,
tetapi karena kusadari:
tak semua yang pergi
harus menjadi alasan untuk runtuh.
Maka kututup pintu.
Bukan untuk mengusir mereka,
melainkan untuk menjaga
seseorang yang lama kulupakan:
diriku sendiri.
Kini lampu rumah itu tetap menyala
bukan sebagai tanda menunggu,
melainkan sebagai tanda
bahwa aku telah pulang.
Dan sejak itu,
kesetiaan memiliki arti:
aku tidak lagi berjanji
kepada siapa pun untuk selamanya.
Aku hanya berjanji
untuk tidak meninggalkan diriku sendiri.
Pandeglang, 18 Agustus 2026