Penghianat Bersembunyi Di Atas nama sahabat
Karya: Robiatul islamiyah---
Dahulu aku mempunyai 4 sahabat di kelas 7 aku.
Berbeda Sekolah Dasar. Tetapi satu sefrekuensi.
Kami saling bertukar cerita.
Bersama setiap harinya.
Pada waktu kami berkumpul ber-4, kami saling bertukar cerita.
Kami melihat teman sekelas kami sendirian dan merenung.
Lalu kami ber-4 menghampiri dan bertanya.
Rofiq berkata, "Apakah kamu mau menjadi sahabat kami?
Soalnya kami ber-4 melihat,
Kita satu sefrekuensi dengan kamu."
Sejak hari itu kami selalu berlima.
Setiap harinya bahagia bersama, tertawa bersama, ceria bersama.
Dan pasti selalu ber-5.
Tetapi pada hari yang menurut kami seperti biasa,
Dengan hari-hari sebelumnya yang penuh kebahagiaan dan canda tawa,
Ternyata ada konflik di persahabatan kami berlima.
Hasanah menjelek-jelekkan nama aku kepada Rofiq, Jumroh, dan Nafis.
Waktu itu aku sedang sakit. Jadi aku tidak sekolah pada hari itu.
Mereka menjadi benci kepada aku karena hasutan Hasanah.
Hanya Nafis yang tidak terhasut dengan omongannya Hasanah.
Waktu aku pergi ke kantin bersama Nafis,
Aku dan Nafis bertemu Rofiq, Hasanah, dan Jumroh.
Mereka menyindir. Mereka judes. Tidak seperti dahulu yang aku kenal.
Tetapi aku dan Nafis hanya diam. Kami berdua juga heran,
Mengapa mereka seperti itu kepada kami berdua, karena awalnya mereka ramah kepada aku dan Nafis.
Sejak hari itu persahabatan yang penuh tawa dan kebahagiaan
Hancur karena hasutan satu orang.
Yang awalnya kami kasihani karena tidak mempunyai teman,
Ternyata dia yang menghancurkan persahabatan yang penuh kebahagiaan dan keceriaan.
Aku tidak akan pernah lupa persahabatan yang awalnya bahagia dan selalu ceria setiap harinya.
Berakhir pengkhianatan dan kehancuran.
Pengkhianat bersembunyi di atas nama sahabat.
---
Sampang. 10 Agustus 2026