Kepercayaanku Hilang
Karya: Rina Ayu LestariKukira kau rumah bagi lelah,
tempat pulang setelah dunia begitu bising.
Namun, diam-diam kau menjadi badai,
merobek teduh yang susah payah kubangun.
Kau tanam janji di tanah percaya,
lalu menyiramnya dengan dusta.
Setiap kata manis yang pernah kau ucap
kini menjelma duri di ingatan.
Aku tidak menangisi kepergianmu,
melainkan pengkhianatan yang kau tinggalkan;
sebab luka paling dalam
lahir dari tangan yang pernah kita percaya.
Di antara reruntuhan harapan,
aku memungut serpihan diriku sendiri.
Tidak lagi untuk menyusunmu kembali,
tetapi untuk menemukan cahaya
yang dahulu padam karena bayangmu.
Pergilah bersama rahasia yang kau simpan.
Biarkan waktu menjadi hakim
atas segala janji yang kau patahkan.
Aku memilih berjalan tanpa menoleh,
di ujung senja kelam,
sebab ternyata kehilanganmu
adalah cara Tuhan mengajariku
membedakan ketulusan dari kepalsuan.
Medan, 16 Agustus 2026