Mengeruk Nafas Mayapada
Karya: NurdinManusia
Memasukkan bara
Ke dalam lubang yang sempit.
Belulang taru
Diambil,
Dijadikan istana raja,
Yang terus mengisap
Darah demi logam mulia.
Sajak sarat rimba
Masih tertulis dalam
Gunung dharma.
Dewa rimba memberi singgasana
Pada manusia.
Dewa memberi bencana
Pada jiwa yang haus nama mulia.
Sengajanya manusia
Memahat tato di wajah mayapada,
Melupakan ukiran janji dewa rimba.
Haus hingga air tak tersisa.
Darah kini telah busuk,
Tirai kini robek,
Tiang telah runtuh.
Nama agung rimba
Dinodai hewan jelata berkaki dua.
Rabu, 5 Agustus 2025, Simpang Empat