Akar yang menolak untuk patah
Karya: Nur Fajri MaulanaAku belajar pada pohon di lereng sunyi,
bagaimana menggenggam tanah tanpa dipuji.
Di sini aku berdiri menjaga janji,
menahan hembusan angin tanpa henti.
Hujan kerap datang membawa dingin,
menerbangkan harap bersama ingin.
Namun ragu tidak pernah menemukan celah,
pada dada yang menolak menyerah.
Gelap menyapu jalan tanpa belas kasih,
meninggalkan jejak langkah yang letih.
Tetapi genggaman ini tidak pernah lepas,
merawat kenangan yang berbekas.
Bukan tentang berapa luka yang tersimpan,
atau berapa banyak impian yang dikorbankan.
Ini tentang memilih bertahan,
saat semesta merayu untuk melepaskan.
Setia bukan sekadar diam membatu,
melainkan api yang menjaga waktu.
Ia tidak redup meski ditinggal terang,
ia menyala hingga fajar datang.
Sebab bagi jiwa yang memilih berpulang,
setia adalah akar yang tidak pernah hilang.
Brebes, 08 Agustus 2026