Karya: Neng Reni Fadilah
Kapal-kapal besar yang menepi di ujung pantai
Bangsa asing yang datang dengan mulut manisnya, mengaku sebagai malaikat utusan Tuhan
Memberikan janji manis semanis madu
Para pribumi yang percaya oleh omongan kotor dan hati busuk mereka, tak merasa ragu untuk berbagi rumah berharganya
Tak sadar ada niat jahat dalam setiap tindakan sang utusan palsu
Para bangsa asing itu akhirnya menunjukkan sisi keserakahan
Ucapan manis yang pernah mereka berikan menjadi ucapan sepahit ampas kopi
Tempat tinggal para pribumi diambil
Kehidupan para pribumi diperbudak
Kepercayaan pribumi menjadi tergoyahkan
Mereka meminta janji yang pernah diucapkan, tetapi yang mereka dapat hanyalah pukulan dan bentakan
Ini tak seperti yang dijanjikan
Ini jelas sebuah pengkhianatan.
Majalengka, 19 juli 2026