Karya: Muhammad Nurasmiyoga
Larut malam itu,
Kau tak sengaja tertidur,
Layar ponselmu sudah redup,
Tampak masih di ruang obrolan—
Beradu rayu,
Saat aku di sampingmu.
Ku bertanya, ""Siapa itu?""
Bibirmu membeku namun matamu berbicara,
Seluruh indraku paham maksudnya;
semesta runtuh seketika,
Sebab sunyi kini pun
Ada bunyinya.
Kau yang tanpa elakan,
Memulai pengakuan,
Menyatakan penyesalan,
Memohon penebusan,
Mengharap bertahan,
Meminta ampunan.
Sudah tak ada perasaan,
Kau telah kehilangan peran.
Kalam asa di ujung nadir,
Kau menggoda hati,
Mengetuk memori,
Layaknya penyihir.
Namun, aku pergi,
Karena ini terjadi lagi;
Sudah yang ketujuh kali.
Tarakan, 19 Agustus 2026