Karya: Muhammad Nafis Irsyad Nasrulloh
Hujan turun selepas latihan kelas usai,
membasahi jalan yang kami lewati.
Di dalam angkutan umum,
kulihat dirimu menggigil menahan dingin.
Tanpa banyak kata,
kubuka jaket yang kukenakan,
lalu kuberikan kepadamu.
Kau menerimanya dengan senyum sederhana,
dan senyum itu menetap di pikiranku.
Sejak hari itu,
hujan tak lagi sekadar air yang jatuh.
Ia menjadi pengingat tentang perhatian kecil,
tentang jaket yang pernah kuberikan,
dan rasa yang tumbuh perlahan.
Waktu terus berjalan,
namun kita tetap saling menjaga.
Jaket itu menjadi saksi
bahwa cinta tak selalu hadir dengan kata-kata,
kadang tumbuh dari hal sederhana
dan bertahan melalui kesetiaan.
Kini ketika hujan kembali turun,
kita masih berada di bawah langit yang sama.
Jaket itu mungkin telah lama kembali,
tetapi kehangatannya tetap tinggal.
Di bawah hujan, kita menemukan bahagia,
dan memilih tetap bersama.
Kota Sukabumi, 20 Agustus 2026