Di Antara Riuh dan Hening
Karya: Muhammad Ayyub Ikhtiar Ullin NuhaDi Antara Riuh dan Hening
Ada yang tetap bertahan di sini
ketika langkahku mulai ragu dan melambat.
Bukan karena janji-janji yang berlebihan
melainkan karena hadirmu yang selalu tenang.
Di koridor sekolah yang tak pernah sepi
engkau tidak hanya ada saat perayaan
tetapi juga ketika aku terdiam
menyembunyikan letih di balik buku pelajaran.
Setia ternyata tidak rumit.
Ia hadir dalam bentuk bahu yang tak pernah bergeser
dalam keputusan untuk tidak berpaling
ketika keadaan tak terasa mudah.
Masa putih abu-abu ini kelak akan usai
tetapi ingatan tentang siapa yang bertahan
akan tetap tinggal
menjadi alasan untuk terus melangkah
Sragen, 10 Agustus 2026