Luka yang Kausimpan Diam-Diam
Karya: Mona MuhazarahDahulu kau berjanji akan selalu ada,
menggenggam tanganku saat dunia terasa hampa.
Kini kudapati janji itu hanya angin lalu,
tertiup pergi bersama kebohongan yang kausimpan begitu lama.
Aku percaya penuh, tanpa sedikit pun curiga,
sementara kau diam-diam menikam dari belakang punggungku.
Setiap tawa yang kaubagi ternyata topeng semata,
setiap pelukan hanya jarak menuju pengkhianatan yang sempurna.
Kini aku berdiri sendiri, memunguti serpihan percaya,
mencoba memahami mengapa cinta bisa berubah menjadi senjata.
Kau pergi tanpa penjelasan, meninggalkan tanya yang menganga,
sementara aku masih di sini, menahan perih yang tak kunjung reda.
Mungkin suatu hari nanti luka ini akan mengering,
namun bekasnya akan selalu mengingatkanku,
bahwa kepercayaan yang kuberikan padamu dahulu,
adalah kesalahan terbesar yang pernah kulakukan seumur hidupku.
Aceh, 18 Agustus 2026