SETIA DALAM SEPI
Karya: Meisya Utami JamalDi sini aku terduduk sepi,
menikmati mata yang tak lagi dihuni.
Membuai tubuh tanpa penoleh,
riuh itu tak lagi memekakkan telinga.
Siul burung memanggil keheningan,
aku menyaru menjadi unggas,
setia pada satu sosok kehidupan,
membuai tubuh, tak sirna akan kehadiran.
Aku hanya lirih,
kelopak ini tak berpijar lagi.
Membuai tubuh, sirna akan arti,
sebab kehadiran itu telah lama dikebumikan.
Ke mana ia melangkah?
Siapa yang tahu.
Akankah ada lagi tujuan bagi hati?
Jika ikan bernapas dengan insang,
maka aku hidup dengan kesabaran.
Hidup berayun mencari sosok,
membuai tubuh yang tak lagi bertaut.
Akar ini seolah mengokohkan diri,
di antara semilir angin yang bertiup tanpa arti.
Kini, hati yang setia ini
menjadi pengingat pada setiap waktu yang pernah terjalani.
Jakarta, 14 Agustus 2026