Hanya Tak Utuh
Karya: LUKAS MALINDIRKatanya, rumah selalu tahu jalan pulang,
maka kutitipkan lelah di ambang pintunya.
Namun ketika dunia meninggalkan luka,
aku pulang sebagai seseorang yang tak dikenalnya.
Di dalamnya ada ayah yang membawa lelah,
ibu yang sibuk menata hari,
saudara yang memenuhi rumah dengan riuh,
dan aku yang tumbuh di antara semuanya.
Lengkap,
setidaknya begitulah rumah itu terlihat.
Ada tawa, ada suara, ada meja untuk makan bersama,
namun entah mengapa, tak pernah ada tempat untuk menyimpan luka.
Maka ketika dunia kembali mematahkan langkahku,
aku tak lagi tahu ke mana harus pulang.
Bukan karena rumah itu telah runtuh,
melainkan karena sejak awal,
ia tak pernah benar-benar menjadi rumah.
Purwokerto, 08 Agustus 2026