Karya: INTAN DARUL KHAIRAT
Pada halaman pertama,
kau datang sebagai kalimat
yang selalu ingin kubaca sampai selesai
sederhana, tetapi membuat
halaman-halaman hariku enggan menjadi sunyi.
Kita menulis waktu
dengan tinta yang sama
meninggalkan tawa di pinggir halaman,
menyisipkan percaya di antara jeda,
dan membiarkan hari-hari
mengira kita tak mengenal rahasia.
Pernah kupikir
kau adalah tanda baca paling tepat
koma ketika duniaku kehabisan napas,
titik ketika aku hampir menyerah,
jeda ketika dunia terlalu riuh
untuk kutafsirkan seorang diri.
Sampai suatu hari,
sebuah nama asing
jatuh di antara baris yang kita tulis;
tak menghapus satu kata pun,
hanya membuat seluruh kalimat
tiba-tiba terdengar berbeda.
Aku membaca ulang semuanya.
Tawa masih berada di tempatnya.
Janji masih utuh susunan hurufnya.
Hanya aku yang tak lagi sama
setelah tahu siapa yang diam-diam
menambahkan satu halaman.
Sejak saat itu,
aku mengerti mengapa beberapa luka
tak meninggalkan noda pada kertas
mereka tinggal sebagai perubahan cara membaca.
Dan kini,
jika buku itu kembali terbuka,
aku tak akan mencari
di mana kebohongan dimulai.
Aku hanya akan mengingat
ada cerita yang tidak pernah mengubah hurufnya,
namun setelah sebuah rahasia terbaca,
tak ada satu pun kalimat
yang mampu kembali menjadi semula.
Aceh Timur,19 agustus 2026