Karya: INDAH ALMAIDAH
Dahulu cahaya kejujuran menyinari setiap jalan yang kita tapaki bersama,
kini padam, terkubur oleh kemunafikan yang kau rawat diam-diam.
Kita pernah berjanji menjaga rahasia di bawah satu naungan langit,
namun kau menjual kehormatan itu hanya demi gemuruh tepuk tangan yang fana.
Runtuh sudah istana harapan yang dahulu kubangun dari pilar-pilar pengorbanan,
menyisakan retak yang tak pernah benar-benar menutup meski waktu terus berjalan.
Kini kutatap kepalsuanmu dengan mata dingin yang tak lagi menyisakan ampun,
sebab kebohongan yang dibungkus wajah kebaikan adalah pengkhianatan paling sempurna.
Dan yang paling menyakitkan bukanlah luka itu sendiri,
melainkan betapa lama aku memuja topeng yang selama ini kau kenakan.
Mandailing Natal, 19 Agustus 2026