Mahakarya dalam Tiada
Karya: Ima WirantiDi atas lembar waktu yang menolak usai
Penaku menjelma detak yang enggan gontai
Kusimpan engkau dalam suaka bait yang kurangkai
Sebagai satu-satunya epilog yang pantang kucapai
Biarkan naskah dunia memburu makna
Tintaku membeku untuk ejaan yang fana
Sebab kesetiaan adalah labirin tanpa muara
Tempat aksaraku menari dalam satu metafora
Aku penyair yang memeluk erat sebuah jeda
Menolak titik pada baris yang tak lagi bernada
Dalam pustaka jiwa yang tak pernah reda
Mahakaryaku adalah setia merapalmu dalam tiada
Palembang, 20 Agustus 2026