Munafiknya Cinta
Karya: Dzaki Fajar WaliyudinKantong semar membuka mulutnya,
Dengan manis memikat sang lebah,
Disangka aroma indah nan candu,
Ternyata palung jebakan yang dalam.
Begitulah cintamu yang datang membawa janji setia,
Menutupi duri tajam di balik senyum yang berbisa,
Aku terbuai pesona ilusi rasa yang begitu fana,
Hingga sayapku patah dan harapan hancur tak tersisa.
Sampai akhirnya, di ujung asa hanya ada diam,
Tak tahu lagi apa yang harus dilakukan,
Mungkin membisu dan terus berjalan,
Adalah satu-satunya cara mencari tenang.
Malang, 20 Agustus 2026