Sebuah Buku di hatiku
Karya: Dhira Yolansyah PardedeSepasang mata pembawa harsa,
satu senyuman pelipur lara.
Penuh keindahan,
nahasnya mahir mengukir kesedihan.
Kau minta agar aku menanti,
dan selalu menjaga hati.
Namun apa yang kudapati,
kau kembali, tapi tidak seorang diri.
Jika hanya sekedar singgah,
tak perlu masuk ke dalam rumah.
Seakan menata, memperbaiki setiap celah.
Jika memang harus melangkah pergi,
tak perlu kau bawa kunci.
Menutup, menghalangi yang ingin mendiami.
Rasaku membencimu.
Rasaku mencintaimu.
Membuat kalbuku, jejal.
Biarlah cerita kita menjadi buku,
yang kusimpan di dalam lemari hatiku.
Dan kubaca, di kala aku merindukanmu.
Pekanbaru, 20 Agustus 2026