Aku, sebuah janji
Karya: Aulia HandayaniAku lahir
bukan dari bibir,
melainkan dari keberanian
yang diam-diam menaklukkan takut.
Mula-mula manusia memelukku
seperti mata air memeluk batu:
jernih,
setia pada hulu.
Lalu musim mengajari mereka
cara menjadi sungai yang
terus mengalir,
hingga lupa
ke mana pertama kali bermuara.
Satu per satu mereka melepaskan namaku,
menggantiku dengan alasan
yang mereka dandani
hingga menyerupai kebenaran.
Maka aku berpindah,
meninggalkan bibir
yang gemar mengucapkanku,
dan menetap
di dada mereka
yang bersedia kehilangan banyak hal,
asal tidak kehilangan dirinya.
Sebab aku tak pernah meminta
untuk diucapkan
aku hanya ingin
ditinggali.
Tanjung, 7 Agustus 2026