Palung Kesetiaan
Karya: Aisha AhmadAku menambatkan namamu
pada palung semesta batin,
di tempat waktu kehilangan kuasanya
dan musim-musim luruh menjadi kenangan.
Di sana, kesetiaan tumbuh
seperti akar yang merambat diam-diam,
menembus gelap tanah kehilangan,
mencari cahaya tanpa pernah berpaling.
Dunia adalah belantara kemungkinan;
setiap jalan menjanjikan cakrawala baru,
setiap perjumpaan menawarkan kisah lain.
Namun hatiku tetap berlabuh
pada dermaga yang sama.
Aku belajar dari laut
yang tak jemu memeluk pantai,
meski berkali-kali ombaknya
dipecahkan karang dan jarak.
Sebab kesetiaan bukan gemuruh janji
yang riuh di bibir manusia.
Ia adalah nyala kecil
yang tetap hidup di tengah badai,
adalah doa yang diam-diam tinggal
ketika segala alasan untuk pergi
datang berbondong-bondong.
Dan jika kelak usia menjelma senja,
biarlah waktu mencatatku sebagai seseorang
yang tak sekadar mencintai,
melainkan merawat satu nama
hingga ia abadi dalam sukma.
Jawa barat, 04 Agustus 2026