Yang Tinggal Setelah Segala Kepergian
Karya: Ahmad Syaikhoni TyazainAda yang pergi seperti angin...
meninggalkan dingin, tanpa jejak yang bisa dipeluk.
Ada pula yang tinggal,
meski namanya telah lama dikubur waktu.
Aku pernah mengira setia adalah menunggu,
menyalakan lampu bagi kapal yang tak kunjung pulang.
Ternyata, setia lebih sunyi dari itu:
ia adalah akar yang tetap mencengkeram tanah,
meski musim berkali-kali memaksanya kehilangan daun.
Waktu mengajarkan bahwa segala yang datang
membawa kemungkinan untuk pergi.
Burung meninggalkan dahan,
sungai meninggalkan hulu,
dan manusia meninggalkan manusia lain.
Namun aku tetap di sini...
bukan karena tak mengenal jalan pulang,
melainkan karena telah memilih satu tempat
untuk tidak berpindah.
Sebab pada akhirnya,
yang paling setia bukanlah yang tak pernah pergi,
melainkan yang tetap menjaga cahaya...
meski tak seorang pun kembali mencarinya.
Bandar Lampung, 12 Agustus 2026