Simfoni Rintik Malam
Karya: Zayyani NovirsaAwan legam bersekutu di satu sudut, mewarnai langit dengan kelabu.
Angin kencang berhembus liar,
membawa sejuk di tengah gusar.
Mendung kian pekat,
gemuruh menyahut dari jauh.
Tetesan air mulai berjatuhan,
menyentuh bumi yang merindu.
Lembut jemari hujan
menitiki atap dan tanah.
Begitulah nyanyian hujan bersenandung,
di ambang hati yang kian hampa.
Dingin pelukan malam ini,
dalam pekatnya aku menangis.
Menatap rintik yang kian deras,
membawa tenang pada hati yang hampir retak.
6 Juli 2026