Litani Penghianatan
Karya: Yohani Margareth Fiorenza Aksara SiregarDi tubuhku yang masih kecil,
aku pernah menanam percaya—
seperti doa yang tidak tahu
bahwa langit bisa berkhianat.
Ada tangan yang seharusnya pulang,
namun justru menjadikanku asing
di rumah sendiri.
Ada suara yang seharusnya menjaga,
namun berubah menjadi sunyi
yang menelan namaku pelan-pelan.
Pengkhianatan tidak selalu datang dengan pisau—
kadang ia hadir sebagai diam,
sebagai tidak ditanya,
sebagai cinta yang tidak pernah selesai disebutkan.
Aku belajar:
yang paling menyakitkan bukan kehilangan,
melainkan tetap tinggal
di tempat yang perlahan menghapusmu.
Dan lihat aku kini—
retak di setiap sudut,
namun belum sepenuhnya runtuh.
Sebab dari semua yang dikhianati,
aku masih menyisakan satu hal yang tak mereka ambil:
keberanianku untuk tetap hidup,
meski dunia tak pernah benar-benar memelukku.
Bekasi, 30 juli 2026