Pelabuhan tuk Singgah
Karya: Viona juliyantiPelabuhan Tuk Singgah
Aku hanyalah bentuk sayap yang patah,
Yang mengeja aksara di dermaga yang basah dengan air mata.
Di sana tertulis setiap kata yang penuh makna.
Dahulu kisah kita tertulis dari sebuah kertas kusam,
dengan tinta tipis penuh coretan,
yang kini diombang-ambing oleh laut berwarna hitam.
Berakhir kisah kita dalam sebuah jangkar.
Ku akhiri dengan hati penuh kasih.
Menyisakan perih yang amat pedih.
Untukmu, tuan pelaut yang tabah,
pembawa aroma dan pengorbanan.
Kini kuserahkan semua harapan
di pelabuhan tempat singgah di masa depan.
Bogor, 07 juli 2026