Hujan Tak Memintaku Bertahan
Karya: SINDI PUTRIANA PADAMAIHujan Tak Memintaku Bertahan
Kau mewartakan jeda yang menggores jiwa,
Saat diri rehat di tengah perjalanan.
Kau mengiris harapan yang sejak lama kutata,
Menjulang tinggidalam imajinasi
Yang tak pernah sempat menjadi nyata.
Aku memilih diam..
Di antara kesadaran
yang memberontak terhadap keadaan
dan hati yang terlalu lelah
untuk terus bersuara.
Namun semakin kubiarkan,
semakin nekat
kau membawa diriku ke jurang kehancuran.
Kau menjanjikan hal-hal yang tak pasti
Dalam duniaku yang nyaris berantakan.
Harmoni cinta yang dahulu kuhidupkan,
Perlahan menemukan jalan terjal
Kemudian,
Tuhan mengizinkan angin berhembus,
membisikkan ratusan alasan untuk mundur.
Langit menyuarakan pedih kepada awan,
Saat air mata melingkupi semua penderitaan
Lalu awan menitipkan hujan untuk membasuh selaksa luka,
Serta menghapus tangisan yang dahulu menghantam jiwaku.
Di bawah derasnya hujan, akhirnya kusadari..
Pergi bukanlah bentuk menyerah,melainkan cara paling berani untuk menyelamatkan diri.
Kalabahi, 9 juli 2026