Langit yang Menolak Pindah dari Kamarku
Karya: Sausan Rana FadhilahLangit bocor memuntahkan ribuan jarum air tanpa ujung.
Mereka menghunjam aspal,
menciptakan percikan bising yang merobek gendang telinga kota.
Aroma tanah basah menguap, pekat, menjerat trakea hingga sesak.
Aku mengunci diri di kamar terkutuk ini.
Menonton rintik yang berkejaran di balik kaca jendela.
Dunia di luar sana pasti sedang tenggelam dalam genangan air berlumpur,
menghapus jejak kaki manusia-manusia yang lelah mengejar angka-angka.
Lalu aku heran, mengapa bising air ini terdengar begitu dekat?
Bukan di atas atap genting, bukan di pekarangan rumah.
Aku meraba pipiku yang mendadak basah oleh aliran air tawar.
Saat aku mendongak menatap langit-langit kamar yang kering,
aku baru sadar: hujan ini tidak sedang jatuh dari awan kelabu,
melainkan bersumber dari retakan di dalam dinding otakku sendiri.
Bogor, 1 Juli 2026