hujan di balik jendela
Karya: PUTRI SALSABILA HASIBUANRintik hujan jatuh membasahi bumi,
Membawa dingin yang menusuk kalbu.
Aku, si bungsu yang berjalan sepi,
Di antara saudara yang selalu nomor satu.
Kasih yang timpang terasa nyata,
Rumah pun beralih menjadi nestapa.
Kata kasar terlontar begitu saja,
Menoreh luka mendalam di dada.
Harapan indah yang dahulu disimpan,
Kini lebur bersama derasnya genangan.
Aku hanyalah patung berjalan,
Menuruti takdir yang mereka gariskan.
Langit malam ikut menangis bersamaku,
Membasuh luka di balik senyuman semu.
Di bawah rintik ini, aku merindu,
Sebuah ketenangan yang tak kunjung bertamu.
Hujan, bawalah pergi semua penat,
Ke tempat sepi yang penuh selamat.
sumatera utara,06 juli 2026