Rasa yang tetap tinggal
Karya: Nurannisa Rahmadani AmiruddinAku pernah bertanya kepada waktu,
mengapa sesuatu yang paling indah
sering kali datang bersama luka.
Lalu kutemukan jawabannya
dalam rasa yang tak pernah benar-benar hilang.
Matcha mengajarkanku tentang pahit,
tentang hati yang pernah retak perlahan,
tentang seseorang yang memiliki alasan untuk pergi,
namun memilih menetap meski tak selalu dipahami.
Sebab tidak semua ketulusan hadir dalam bahagia,
kadang ia bersembunyi di balik diam,
menjaga janji yang hampir runtuh,
dan memeluk rindu yang tak bersuara.
Lalu stroberi datang membawa warna,
dengan asam yang mengingatkan luka lama,
namun manis yang mengajarkan satu hal
bahwa cinta bukan mencari rasa yang sempurna,
melainkan menemukan alasan untuk tetap bersama.
Karena rumah bukanlah tempat tanpa badai,
melainkan seseorang yang tetap ingin kau datangi kembali.
Dan aku percaya,
setia bukan tentang tidak pernah terluka,
tetapi tentang tetap memilih tinggal
meski pernah tahu rasanya kehilangan.
Bekasi, 30 juli 2026